"Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi..” - (Al-Baqarah: 284)
Begitu baca ayat diatas saya jadi kepikiran. Bener banget ternyata saya gak punya apa apa bahkan dalam bentuk yang kecil sekalipun. Semua ini punya Allah. Mata hidung mulut dan seluruh anggota tubuh saya, Uang, hape yang lagi saya pake, baju khimar yang ada lemari, rumah-rumah kalian, mobil-mobil yang berkeliaran di jalan, emas-emas yang dipajang di toko-toko, uang-uang di Bank, gedung-gedung pencakar langit di seluruh dunia, bumi dan segala isinya, bintang-bintang, matahari, diri saya, diri kamu pun semuanya punya Allah.
Harta yang kita nikmati sesungguhnya hanya harta Allah yang Allah putarkan diantara makhluk-makhluknya. Kita cuma perantara. Uang yang saya pake makan, itu punya Allah, yang Allah edarkan ke saya supaya bisa makan, terus Allah edarkan lagi ke warung nasi padang supaya Uda dan Uni-nya bisa hidup, terus Allah edarkan lagi ke tukang sayur di pasar, terus Allah edarkan lagi ke petani, terus Allah edarkan lagi ke tukang pupuk (kandang), terus Allah edarkan lagi ke peternak, terus Allah edarkan lagi ke tukang potong rumput (buat makanan sapi), daaan seterusnya.
Harta kita cuma titipan. Kita juga perantara. Harta itu cuma numpang di kita sebentar, untuk nanti Allah edarkan lagi ke manusia lainnya. Inget, dulu kita lahir gak bawa apa-apa. Kita ga mengadakan/menciptakan harta kita sendiri. Kita cuma bekerja (atau orang tua kita) terus Allah nilai kita layak dilewatin titipan harta itu atas usaha kita, supaya kita bisa meneruskan kehidupan, berinfaq, meringankan beban orang lain, dll.
Inget kata Aa Gym, tukang parkir itu orang kaya banget. Punya mobil/motor banyaaaak! Tapi engga pernah sombong. Kalo mobilnya diambil pun, dia melepasnya dengan ringan. Ga stress, nangis-nangis, jerit-jeritan, pingsan, dll. Begitu juga seharusnya kita kan? Kita sebenernya engga punya apa-apa. Tiba-tiba aja kita didatengin harta. Terus kalo yang punyanya, Allah, mau ngambil, ya boleh doong?
Tenang ajalah, yakin, kamu engga akan mati kelaparan karena Allah ga ngasih rizki. Jangan lieur (pusing-pusing) mikirin harta yang kian berkurang, lieur-lah sama polah kita yang boros, ga bisa me-manage harta dengan baik, ga teliti, dsb. Lieur-lah sama harta kita yang engga berdaya guna, cuma buat muasin perut doang.
Fiuuuuh.. Lega..
Ini bukan hal baru, saya cuma pengen ngelampiasin sesuatu di dalem sini aja. Semoga bisa jadi pengingat, buat saya sih terutama.
Astagfirullahal ‘adzhim..
Alhamdulillahirabbil 'alamin..
Wallahu 'alam.